• Thursday, 03 April 2025

⁠Kamis Misteri: Kisah di Balik Angkernya Lawang Sewu

⁠Kamis Misteri: Kisah di Balik Angkernya Lawang Sewu
Ilustrasi Lawang Sewu, Semarang. (Photo by Irfan Bayuaji on Unsplash)

SEAToday.com, Jakarta - Lawang Sewu menyimpan segudang kisah di masa lalu dan jadi destinasi wisata sejarah yang cocok ketika Anda bertandang ke Semarang, Jawa Tengah. Terletak di jantung kota Semarang, tepatnya di Jl. Pemuda, semula Lawang Sewu adalah kantor administrasi kereta api Belanda, yakni Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), bangunan bersejarah yang dibangun pada zaman kolonial Belanda di 1900-an silam. Lawang Sewu juga menjadi saksi bisu dari peristiwa pertempuran lima hari yang berlangsung pada 1945 antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Jepang.

Dalam bahasa Jawa, "lawang" berarti pintu dan "sewu" artinya seribu, itu berarti Lawang Sewu artinya seribu pintu. Namun sebenarnya, Lawang Sewu ini memiliki 928 pintu.

Seusai masa kolonial Belanda, Lawang Sewu berpindah tangan menjadi markas tentara Jepang sekaligus kantor transportasi Jepang bernama Riyuku Sokyoku pada 1942. Kemudian pada 1945, tahun kemerdekaan Indonesia, terjadilah pertempuran yang melibatkan AMKA (Angkatan Pemuda Kereta Api) dengan prajurit Jepang.

Pertempuran ini berlangsung selama lima hari tiada henti pada 15--19 Oktober. Salah satu penyebabnya adalah tewasnya dr. Kariadi yang merupakan dokter paling andal kala itu.

Prajurit Jepang berada di dalam kawasan Lawang Sewu, sementara AMKA berada di Wilhelminaplein tepat seberang Lawang Sewu. Wilhelminaplein inilah yang dikenal dengan Kawasan Taman Tugu Muda.

Di sisi lain, ada sederet kisah mistis yang berkembang di masyarakat mengenai Lawang Sewu. Salah satu cerita yang banyak diyakini adalah penampakan Noni Belanda, hantu perempuan berkebaya putih yang kerap muncul di koridor.

Mengutip dari berbagai sumber, konon, tak sedikit yang percaya mengenai penampakan hantu prajurit Jepang dan tahanan Belanda dari masa pendudukan Jepang semasa Perang Dunia II. Ragam kisah di masa kelam sejarah Lawang Sewu ini yang diyakini jadi alasan bangunan ini angker.

Lawang Sewu juga dikenal sangat angker karena ruangan bawah tanahnya pernah dijadikan tempat penyiksaan oleh serdadu tentara Jepang. Beberapa hantu disebut menghuni area itu, yakni seorang Noni Belanda yang bunuh diri di dalam serta penampakan "hantu tanpa kepala".

Lantai dasar gedung B di huni kuntilanak, dan pocong di tempat bak penyiksaan penjara jongkok. Menurut cerita yang berkembang, saat mendekati penjara bawah tanah akan tercium bau-bau aneh, seperti bau anyir darah. Dipercaya ini karena dahulu, tahanan sering tewas di dalam penjara yang seharusnya cukup 1 orang, tetapi malah diisi 5--6 orang.

Selain itu, ada pula sumur tua bawah tanah yang sudah lama tidak dibuka untuk publik. Konon, terdengat teriakan misterius dari sumur ini saat malam hari.

Sumur itu disebut-sebut sebagai lokasi tentara Jepang menyiksa tentara Belanda. Suara-suara rintihan seperti minta tolong itu konon adalah tentara Belanda.

Share
Explore Nusantara
Sumba Crowned Asia’s Top Travel Destination for 2025 by Time Out

Sumba Crowned Asia’s Top Travel Destination for 2025 by Time Out

How to Get to Ragunan Zoo Using KRL, Transjakarta, and LRT

Ragunan Zoo is one of the most visited tourist destinations in Jakarta.

Exploring the Harmonious Culture of the Mentawai Tribe: The Oldes...

Known for its rich culture and unique traditions, one of the most interesting things about the Mentawai tribe is their traditional tattoo art, called TikTik.

Mount Semeru Shuts Down for Climbers Until January 16

The Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS) decided to temporarily close the Mount Semeru climbing route on January 2-16, 2025.

KAI Wisata Introduces Panoramic Train on Mutiara Timur Route

Starting December 24, 2024, PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) launches the Panoramic Train as part of the Mutiara Timur service.

Trending Topic
Popular Post

NewJeans Will Debut at Billboard Music Awards 2023

South Korean girl group NewJeans will perform at the 2023 Billboard Music Awards on November 19.

Golden Disc Awards 2024 Will be Held in Jakarta, Here are The Tic...

The 2024 Golden Disc Awards (GDA) will be held at the Jakarta International Stadium (JIS) on January 6.

PARAMABIRA, BINUS University Choir Wins International Competition...

PARAMABIRA secured victory setting the record for the highest score ever recorded in the Sing'N'Pray Kobe competition.

NewJeans Wins Top Global K-pop Artist Award at 2023 Billboard Mus...

NewJeans also won the new Top Global K-pop Artist Award. They won over Stray Kids, TOMORROW X TOGETHER, TWICE, and Jimin of BTS.

NCT 127 Concert Tickets "NEO CITY: JAKARTA - THE UNITY" On Sale S...

K-Pop boy group NCT 127 will hold a concert titled NCT 127 3RD TOUR "NEO CITY: JAKARTA - THE UNITY", which will be held at Indonesia.

Wonderful Indonesia
Ijen Crater Nature Park Implements Cashless Ticket Payments

Ijen Crater Nature Park Implements Cashless Ticket Payments

Get Ready for the Fun! Rawa Belong Milkfish (Bandeng) Festival Re...

Visitors can expect a feast for the senses, featuring a variety of traditional Betawi performances such as the fascinating milkfish deboning demo, energetic Betawi dances, and lively gambang kromong and palang pintu musi...

Mount Rinjani to Implement Zero Waste Policy Starting April 2025

The Mount Rinjani National Park Authority (TNGR) in Lombok, West Nusa Tenggara, will implement a "zero waste".

Plataran Komodo Indonesia Named 'Best for Romance' at 2025 Condé...

Plataran Komodo is the only resort in Indonesia to win the award, beating out countries with the best hospitality industries in the world, such as the Maldives, Thailand, Australia, and Japan.

Top 10 Beaches You Can’t Miss in 2024, Indonesia’s Pink Beach Inc...

Indonesia's Pink Beach, also known as Tangsi Beach, has secured the seventh spot on this list. Its striking pink sand makes it a visually stunning destination and a popular spot for photography.