• Rabu, 24 Juli 2024

Film Pendek Kala Nanti, Raih Penghargaan Festival Film di Jepang

Film Pendek Kala Nanti, Raih Penghargaan Festival Film di Jepang
Film pendek "Kala Nanti" rai penghargaan Governor of Tokyo Award kategori Live-Action Competition Asia International Best Short di Shorts Shorts Film Festival & Asia 2024. (source: @aranckproject)

SEAToday.com, Jakarta - Film pendek karya Praditha Blifa "Kala Nanti" berhasil meraih penghargaan Governor of Tokyo Award untuk kategori Live-Action Competition Asia International Best Short di Shorts Shorts Film Festival & Asia 2024 yang diumumkan pada Senin (17/6).

“Sangat senang dan terharu saat pertama kali mendapat kabar film ‘Kala Nanti’ mendapatkan penghargaan, saya langsung mengabari dua pemain utama film ini, Ira dan Valen untuk mengucapkan selamat ke mereka berdua,” kata Sutradara Praditha Bilfa, dikutip dari keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (19/6).

Ia juga mengatakan bahwa dengan raihan penghargaan tersebut, film "Kala Nanti" bisa memiliki kesempatan untuk ditonton lebih banyak orang.

Selain itu, bisa memantik banyak diskusi tentang bagaimana seharusnya ruang hidup yang kita huni bisa lebih inklusif dan tidak diskriminatif terhadap teman-teman difabel.

Shorts Shorts Film Festival & Asia merupakan salah satu festival film pendek terbesar di Asia yang diakreditasi oleh US Academy Award.

"Kala Nanti" berhasil menyisihkan 25 karya film pendek lainnya dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Produser film "Kala Nanti" Intan Nadya Maulida pun menyampaikan ungkapan terima kasih kepada segenap pemain dan tim yang telah membantu menyukseskan film tersebut.

"Kala Nanti" merupakan sebuah film pendek yang menceritakan dua gadis remaja tunanetra yang berteman dekat sejak tinggal di asrama. Keduanya pun seakan tidak terpisahkan dan selalu bersama.

Hingga suatu hari, salah satu dari mereka mengumumkan rencana untuk pindah ke luar kota demi mengejar mimpinya melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.

Film ini sendiri mendapat pendanaan oleh Dinas Kebudayaan Yogyakarta lewat Program Dana Keistimewaan (Danais) serta diproduksi oleh Aranck Project.

Dua pemeran dalam film ini yaitu Juliana Ira Astuti dan Scolastika Nadya Valentin, dua aktris tunanetra nonprofesional.

Juliana Ira Astuti atau Ira adalah seorang penyandang tunanetra total yang aktif berkegiatan di komunitas Difalitera (Difabel Literasi) dan beberapa kali melakukan pementasan baca puisi dan musikalisasi puisi.

Sementara Scolastika Nadya Valentin atau Valen adalah seorang penyandang tunanetra low vision yang aktif tercatat sebagai atlet judo peraih medali emas ASEAN Para Games 2023 di Kamboja.

Share
Lifestyle
Indonesia Jadi Negara Pertama yang Bangun Tidur Paling Pagi di Asia

Indonesia Jadi Negara Pertama yang Bangun Tidur Paling Pagi di Asia

Mengenal Work Holiday Visa Dari Kisah Dea, Lulusan UGM yang Memil...

Nama Dea Rachma menjadi pembicaraan setelah tayangannya dalam sebuah podcast mengungkap fakta ia adalah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tahun 2023, dengan nilai cumlaude, dan kini bekerja sebagai cleanin...

The Grammy Museum dan HYBE akan Peluncurkan Pameran Artefak dari...

The Grammy Museum dan HYBE akan meluncurkan pameran artefak dari grup naungan HYBE, seperti BTS, SEVENTEEN, TOMORROW X TOGETHER, dan LE SSERAFIM. Pameran ini akan diadakan di The Grammy Museum dari tanggal 2 Agustus hing...

Miss Universe Singapura Mengizinkan Kaum Ibu, Wanita yang Sudah M...

Berkomitmen untuk menjadi lebih inklusif, Miss Universe Singapura (MUS) membuka kesempatan bagi lebih banyak kontestan untuk mengikuti ajang pencarian bakat tahunan 2024.

Agensi Jennie Mengeluarkan Permintaan Maaf Atas Insiden Vaping di...

Agensi Jennie BLACKPINK menanggapi kontroversi yang terjadi baru-baru ini terkait vaping di dalam ruangan.