LIFESTYLE
Hampir 80 Tahun Berjaya, Perusahaan Tupperware Resmi Ajukan Bangkrut

SEAToday.com, Jakarta - Merek wadah penyimpanan makanan terkenal, Tupperware resmi mengajukan kebangkrutan. Perusahaan tersebut telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di Delaware, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (17/9) waktu setempat.
Dilansir dari berbagai sumber, pengajuan kebangkrutan ini karena perusahaan telah mengalami kerugian selama beberapa tahun kebelakang.
Kerugian ini akibat permintaan yang mengalami penurunan drastis. Penjualannya merosot dalam beberapa tahun terakhir di tengah strategi baru perusahaan menempatkan lebih banyak produknya di toko ritel dan platform penjualan daring.
Dilaporkan perusahaan tersebut memiliki utang sebesar 812 juta dollar Amerika atau sekitar Rp12,4 triliun.
Tupperware sendiri sudah menjadi merek wadah penyimpanan makanan yang populer selama 78 tahun. Setahun yang lalu, Tupperware sendiri telah memperingatkan bahwa mereka mungkin akan bangkrut, kecuali jika berhasil mendapatkan pendanaan baru dengan cepat.
Tupperware juga sudah berusaha untuk menargetkan penjualan ke pelanggan yang lebih muda.
Agar hutang tersebut bisa lunas, utang itu ditawarkan dengan harga murah ke investor. Para investor akan menyita aset Tupperware sebagai ganti pinjaman.
Untuk menjaga kekayaan intelektual mereka, Tupperware mengajukan perlindungan kebangkrutan. Kini, Tupperware memiliki waktu 30 hari untuk menemukan pembeli perusahaan itu.
Pemilik Tupperware
Tupperware pertama kali berdiri pada tahun 1946 di Massachusetts, Amerika Serikat oleh seorang ahli kimia bernama Earl Silas Tupper. Tupper telah bergabung dengan perusahaan yang berbasis inovasi dan melakukan berbagai riset sejak ia berusia 21 tahun.
Ia kemudian berhasil menemukan metode untuk memurnikan ampas biji hitam polyethylene (bahan dasar pembuat plastik) menjadi plastik yang fleksibel, kuat, tidak berminyak, bening, aman, ringan dan tidak berbau.
Lalu pada 1938, Tupper mendirikan usaha plastik miliknya sendiri bernama Earl S Tupper Company dengan nama produk Poly-T.
Tidak sampai di situ, Tupper pun kembali mendapat ide untuk membuat wadah kedap udara untuk menyimpan makanan. Dari ide inilah muncul produk Wonderlier Bowl dan Bell Tumbler dengan merek Tupperware pada 1946.
Tupperware merupakan sebuah inovasi besar karena menggunakan plastik baru untuk menjaga makanan tetap segar lebih lama saat kondisi lemari es masih terlalu mahal bagi banyak keluarga.